Thursday, September 7, 2017

Sungkem

Mudah bagimu mengatakan rindu
Lalu menggedor pintu rumahku
Rindumu telah usai
Kasihmu akan membelai

Mudah bagimu bertanya
Hubungi bundaku lalu kau lega
Urusanku tak pula runyam
Kasihmu hanya demam

Namun tidak bagiku
Berlinang air mata saat rindu
Memandang potretmu sudah cukup
Syair lagu lalu terasa hidup

Menggedor pintu rumahmu ku tak sanggup
Bertitip kue untuk adikmu pun tak cukup
Mengucap salam untuk ibumu tak pantas
Jika masih disini aku berbatas

Sungkem dhumateng bapak kaliyan ibu
Saya telah lancang mencintai putra ibu
Namun saya akan senantiasa berbenah
Akan tiba saat dipertemukan, pertemukanlah

Telah lama aku menantikan
Untuk mendekap adikmu dalam pelukan
Berkunjung ke makam malaikatmu saat muda
Mama...

Namun kusimpan rindu itu dalam surat
Hanya bantal yang akan kupeluk erat
Kecupku untukmu dan adikmu
Sungkemku untuk bapak dan ibumu

Sep 7th
9.02pm

Saturday, August 26, 2017

Mengorientasi (2)

    Hari ketiga MTM aku jaga gerbang dan malah dateng agak telat dari jam brieffing (well I'm sorry), THIS was the hardest sh#t ever. Selain banyak hal aneh aneh yang mengundang receh ku keluar kayak ada anak yang salim jidat sama Basith, ada anak dagel yang pamer kalo rambut dia sudah dipotong, ada juga temen-temen bi#dab yang nggodain aku, guru-guru yang juga kalo nggak ditanggepin ntar dikira kurang ajar, dan Ozi............yang lewat di depanku sambil kedip, HHHHHhhhhhHhh. Oya, ada ibu-ibu pake mobil fortuner putih yang titip dunkin donuts ke salah satu PDD MTM yang aku kira buat panitia MTM (turns out---untuk panitia PBB) ternyata waktu makan siang enggak dibilangin kalo buat panitia MTM, yahh nggak semangat deh. Untuk PBB hari ketiga agendanya lomba lomba, hari ini cuma review materi aja. Tapi karena kelasku udah kelar semua materinya dan udah review sedari kemaren, plus komandan gagah perkasa yang sudah dari kemaren siap, I had no doubt about my class, mereka sudah siap. Dan kita---unfortunatelly fortunate--adalah urutan pertama, well, makanya dari kemaren udah aku siapin untuk kemungkinan terburuk semacam ini. Sesudah lomba kita display, wohoo, aku semalem udah berdoa walaupun kemaren aku nggak latihan tapi hari ini aku nggak boleh salah. Display basically adalah---sorry not sorry---ajang pamer baris formasi ala-ala TONTI MANSA, jadi ada sekitar 8 formasi yang kita tampilkan. This part always be the most exciting thing of PBB karena yang bikin aku semakin tertarik masuk tonti dulu waktu aku kelas X ya karena formasinya. Sayangnya waktu kelas XI berhubung aku jadi sie acara aku nggak bisa gabung formasi, dan tahun ini, aku seneng banget bisa nampilin formasi.
    Selesai display ada pengumuman lomba, lord and behold the first place was my class, padahal mereka sempet nggak hadap serong dan setengah lengan lencang. But they won, at last, bangga banget! Setelah itu sesi foto, makan dan evaluasi, I was so sad this event ends, dan aku belum sempet ngucapin terimakasih sama sie acara tahun ini yang udah sering stres, but worth it. Daaaan, kita makan makan dunkin donuts di akhir acara sambil berlumuran coklat di pipi. Ternyata donat itu adalah dari salah satu wali murid yang sempet suudzon sama PBB takutnya di'aneh-anehin' sama kakak kelasnya, but turns out it was so fun dan bermanfaat, jadi rasa terimakasih itu ditunjukkan dengan beliin kita kita dunkin donuts! Nggak sia sia pokoknya.
    So yeah, itu adalah pengalaman mengorientasi yang......legit, and I will share the photos later, bye!

Panitia MTM oye

DK minus Fathur sama Berlian

DK behind the scene

DK behind the scene beneran-_-

Sayaang

Panitia PBB mantapz


PK dan PPK kelas juara


Anak buah acara topcer

Saturday, July 22, 2017

Mengorientasi

    I finally reach another stage of life called "senior life". In the beginning of the year of school, (again) aku jadi panitia masa orientasi/pengenalan/ta'aruf sekolah, baik tonti maupun sekolah-nya. Tapi kali ini enggak se-sepaneng tahun lalu, no it was a lie, aku sepaneng karena walau kali ini bukan jadi panitia inti PBB (pelatihan baris berbaris), tapi aku harus doubled the job jadi panitia MTM (masa ta'aruf madrasah) juga. Jadi kalo MTM selesai jam 2 dan PBB mulai jam 2, aku harus keluar MTM jam 1.15 makan, ganti baju, lalu ikut apel pembukaan. On the third day, I was VERY late for openning ceremony, jadi aku ndekem di asana terus baru keluar habis apel.
    Jadi di MTM, aku jadi namanya DK (dewan ketertiban) yang tugasnya menertibkan panitia dan siswa MTM yang tidak tertib selama MTM berlangsung. I was shocked ketika aku dipanggil rapat anak OSIS kalau aku dipilih jadi DK, and I doubted it. Tapi setelah di motivasi oleh ketua acara dan temenku di OSIS (big shoutout for Farsaf and Dea), akhirnya aku yakin untuk menjalankan tugas ini. Ini tugas sebenernya agak gabut dari awal rapat sampe pelaksanaannya, soalnya kita cuma nyeleksi PK (pendamping kelas), terus bikin tata tertib dan melaksanakannya pas hari H. The team ada 8 orang, aku, Ilma, Lusinda, Berlian, Aat (koor), Basith, Fathur dan Kholid, entah atas dasar apa memilih kita kita ini yang rakalap sebenernya.
    Di PBB, aku jadi PPK (pendampingnya pendamping kelas:v), dengan partnerku Selvi, Dian (PPK, kelas XII), Faiq, Mila dan Hida (PK, kelas XI). Disini tugas kami bertiga PPK cuma mendampingi PK dalam memberikan materi ke adek adek kelas, membantu semisal PK masih kurang paham dan nyatet koreksi PK untuk evaluasi di akhir acara. Disini juga agak gabut karena kita ada 6 panitia, dengan adek kelas 12 orang, dan di hari kedua cuma 9 orang. PBB tahun ini beda BANGET sama tahun lalu, jadi sedikit agak---ya.....you know? Awkward, dibandingkn tahun lalu.
    The first day of MTM and PBB was a little bit chaotic. Sewaktu MTM aku mulai bertugas siang sesudah dzuhur, dan hari itu nggak ada makan untuk panitia yang shift siang, jadi aku lanjut PBB waktu itu belum makan. PBB hari pertama juga agak chaotic karena sebelum ashar hujan, jadi kita memberikan materi di kelas, baru setelah ashar kita lanjut di lapangan. Sebenernya di tengah tengah waktu habis ashar, aku udah minta roti ke sie kesehatan, tapi aku kasian sama partner PPK aku karena mereka berdua--agak--kurang suka dengan cara PK menyampaikan materi, jadi harus diingetin dan dibantu terus, jadi aku nggak enak harus mundur. Singkatnya setelah evaluasi, maag dan darah rendahku--unfortunately--bersamaan kambuh, karena aku belum makan siang tadi dan tenagaku diforsir, aku langsung pingsan begitu saja dan sesak nafas. I doubted myself untuk bertugas di hari selanjutnya, tapi aku nggak mungkin ninggalin tugas, karena aku nggak mau temen DK-ku (Aat, yang waktu itu se koridor kelas sama aku) nggantiin di kelas, dan aku nggak mau partner PK dan PPK-ku kurang, karena udah ada satu PK-ku yang izin buat besoknya. Walaupun aku udah disaranin sama Basith---yang waktu itu ada saat aku pingsan---buat digantiin aja, aku tetep nggak mau.
    Hari kedua MTM, Ilma nggak bosen ngingetin aku buat minum (biar aku nggak pingsan lagi) dan Basith terus terusan aja ngejekin kalo kemaren aku pingsan, kurang ajar. Hari ini agak well, karena kita 'menertibkan' para panitia dan siswa yang melanggar. Hari ini agak capek juga karena jadwalnya lomba-lomba buat anak kelas X, dan daerah lonbanya itu ada di sekitar ruang kelas, jadi kita juga jaga buat menertibkan anak anaknya semisal ribut atau apa, biar nggak ganggu. Aaand, sebenernya hari ini akan jadi hari yang cukup melelahkan karena panitia diminta ikutan bikin panggung dan dekor setelah PBB hari ini. Aku maksa ikutan sih sebenernya, lagian aku juga ada latian display, tapi ya....banyak pihak yang melarang, jadi okelah. PBB hari ini lebih seru dari sebelumnya, di kelasku, aku sengaja bikin suasana hepi dengan minta mereka kenalan satu per satu, kali ini co card nya ditutup, hueheh asik lah. Tapi emang sih ada anak kelas G (kelasku MTM) jadi aku agak bingung gimana harus bersikap, aku bilang aja sama mereka buat enggak bocorin kedok ku selama ini, wahaha.

Saturday, July 8, 2017

(the goddamn) sunburn

    Aku SERING banget kena sunburn, terutama bagian wajah. Karena, ya... kulitku putih (langsat), jadi kalo aku kena sinar matahari langsung, sebentar aja, sampe pulang mukaku terasa panas kayak kebakar.
    Faktor paling utama kenapa aku suka sunburn adalah karena kegiatanku di tonti. Udah 3 tahun (sejak SMP) aku ikut tonti, jadi.....ya, sun fighter sejati. Kedua, aku sering melakukan aktivitas outdoor (selain tonti), entah itu pramuka-kemah, jalan sama keluarga/temen/doi, atau aku bunuh diri dengan sepedaan siang siang karena ditinggal orangtua di rumah dan gabut (80%). Pada dasarnya emang aku outdoor person. Yang terakhir mungkin karena aku kurang memperhatikan masalah gituan, masalah ke-perempuan-an. Semacam pelembab, lipbalm, bb cream dan uba rampenya, aku baru dikenalin itu sama bunda setelah diceramahin betapa pentingnya menjaga kesehatan kulit terutama pada masa puber, pas SMP (setelah dipanggang habis di lomba tonti), dan baru pake pas udah kapok demam 5 hari gara gara sunburn (ini beneran demamnya gara gara sunburn, bukan gara gara kecapekan), waktu kemah SMA, dan rutin akhir akhir ini. Jadi ini notes bagi kalian yang baru puber, remaja remaja sekalian, dengarkan kata ibu kalian dan pakai segala pelembab dan uba rampenya saat kalian keluar rumah.
    Sunburn paling menyakitkan waktu kemah SMA, soalnya waktu siang panasnya mashallah. Mana sempet sunblock-an waktu kemah, jadi aku bodo amat langsung terjang aja waktu kegiatan siang. Begitu pulang ke rumah langsung deh rasanya muka panaaaas banget, kalo dipegang perihnyaaaaaa, dan aku demam 5 hari gara gara itu. Sunburn aku di sekitar hidung sama pipi (soalnya aku pake jilbab), dan pemulihannya seminggu, aku nggak keluar rumah siang siang, aku kompres pake es batu atau air dingin, terus aku kasih Lucas Papaw Ointment. Alhamdulillah setelah itu enggak panas lagi, dan aku rutin setiap malem pake pelembab, dan setiap pulang sekolah bersihin muka pake cleanser, karena masalah kedua aku selain gampang sunburn adalah tipe kulitku dry, jadi amat sangat menyakitkan kalo udah panas terik terus kena debu, dan malamnya lupa bersihin pake cleanser terus tidur tanpa pelembab, rasanya kayak tanah tandus yang pecah pecah itu. Yang paling menyakitkan ketiga adalah
*masuk sekolah habis kemah
Temen (1): "asem mukaku gosong"
Temen (2): "iya nih, sama"
Temen (3): "siang nya panas banget ya di Sermo"
Aku: "iya aku juga gosong ya"
*Temen (1), (2) dan (3) bertatapan
Temen (1): "kalo kamu gosong kami apa?"
EVERY situation.

    I have some tips for those of you who have same problem with me, these are very easy tips dan bahan bahannya ada di rumah (semisal gaada ya beli nggak mahal banget sih). So these are tips for those of you who often get sunburn!
1. 24 jam setelah sunburn
    Kompres wajah pake air dingin atau es batu sesering mungkin selama 24 jam setelah sunburn, untuk mengurangi rasa kebakar di wajah. Dan usahakan keesokan harinya sampai 2 hari kedepan untuk tidak terpapar sinar matahari langsung. Semisal kepaksa ya pake sunblock, topi yang bisa nutupin muka dari sinar matahari langsung atau sunglasses.
2. 48 jam setelah sunburn
    Setelah melewati hari yang cukup menyakitkan kena sunburn, keesokan harinya kamu bisa buat masker tomat untuk menyegarkan dan memulihkan kulit wajah kamu yang sunburn. Caranya gampang, tomatnya bisa di blender tanpa air atau dibelah jadi dua aja terus langsung di apply ke wajah agak dipencet biar airnya keluar. Let it sits for 15 minutes, dan bilas dengan air dingin/normal, pokoknya jangan air anget apalagi panas ya.
3. 72 jam setelah sunburn
    Pada 72 jam setelah sunburn ini bisa masih pake masker tomat tadi, atau pake cara ketiga ini yaitu masker jeruk lemon atau jeruk nipis, tapi semisal kulit kamu sensitif, jangan dulu pake masker jeruk ini yah, soalnya nanti makin perih. Kalo kulit kamu sensitif kamu bisa pake masker jeruk 5 hari setelah sunburn, okay?
    Masker jeruk ini juga gampang, tinggal belah jeruk jadi 2, langsung peras ke wajah, tapi tutup mata kamu ya. Bisa juga kamu tambahin madu, jadi kamu peras jeruk tadi ke wadah terus masukin 1 sendok teh madu, baru di apply ke wajah. Let it sits for 15 minutes, terus bilas dengan air dingin/normal.
    Setelahnya, semisal kamu berniat memutihkan wajah kembali (but in some cases (like mine) warna kulit wajah akan kembali lagi without proper facial treatment), bisa diterusin pake masker tomat dan jeruknya. Tapi kalo masker jeruk cukup dua kali seminggu, soalnya buah citrus kalo keseringan dipakein ke kulit wajah malah bisa bikin iritasi atau agak panas-perih gitu. Perawatan jangka panjangnya, terusin pake pelembab dan rutin membersihkan wajah setelah beraktivitas (terutama yang kebanyakan aktivitas outdoor), dan selalu gunakan sunblock setiap kali keluar rumah atau semisal kamu berencana "bunuh diri dengan tanning" (swimming, doing 'mostly' outdoor activity, biking, hiking). Don't forget sunglasses dan topi, atau masker untuk meminimalisir sunburn kalo semisal kalian enggak punya atau males (*haha, me) pake sunblock.

    So thats the story of how often I got sunburn, and tips from me based on my own routine dealing with the goddamn sunburn. Semoga bermanfaat dan nggak bikin kalian pesimis kalo mau lakuin kegiatan outdoor.

Saturday, June 24, 2017

My Ramadan

    It's not usual that I share my personal problem down here in this "media social" blog. But, I think, this post might be one of the highlight on my--later--before new year post. And I'm going to write it down in Bahasa, so y'all know, and I hope this could inspire y'all too.
    So, my ramadan this year was very.....different, aku biasanya sibuk ngurusnin PBB (Pelatihan Baris Berbaris (MOS-nya tonti)), juga bukber bukber lain, kadang ngabisin waktu di sekolah sampe menjelang maghrib, kadang dari rumah jam 7 pagi, pulang jam 7 malem. This two years, I've been very very busy with my own bussiness. Kadang aku mengabaikan betapa nikmatnya buka sama keluarga, bikin takjil sama bunda, atau cuman males malesan siang siang di depan TV sampe dimarahin bunda gara gara mager. But now, I cherish every second I had with my family, semakin aku dewasa, aku merasa aku sangat butuh orangtua buat lead aku kedepan. Jadi, bulan ramadan ini, Allah bener bener kasih aku pelajaran betapa penting dan nikmatnya punya quality time sama keluarga, apalagi aku diingatkan kalo banyak temen-temen aku perantauan, ada yang dari luar kota bahkan luar pulau, dan betapa mereka bisa ketemu orangtua cuman pas libur semester.
    Sejak awal ramadan, bunda sakit, dan nggak bisa bangun dari tempat tidur. Katanya kaki sebelah kirinya nyeri banget, kira kira sih keseleo, atau kayak semacam ankle gitu. Kejadiannya waktu bunda ada acara di hotel, pake sepatu hak tinggi (yang enggak biasanya pake sepatu hak tinggi), awalnya cuma kecapekan, tapi lama kelamaan kakinya nyeri. Jadi aku yang bikin sahur, bikin takjil, beresin rumah, nyuapin bunda. Minggu pertama ramadan aku bener bener stressful. Selain aku yang nyiapin sahur, beresin rumah, bantuin bunda, masak buat buka, aku juga lagi UKK (or PAT, sama aja). Jadi aku harus bagi waktu antara belajar sama semua hal itu, which I really wasn't ready for it. Biasanya aku udah prepare semuanya sebelum ujian, rangkuman, tugas udah selesai semua, mental, segala macem orek-orekan juga. Tapi semenjak beberapa minggu sebelum ujian aku ada pelatda, terus OSP, aku susulan ulangan, susulan tugas, hafalan juz 30 juga belom selesai, aku jadi nggak siap. Ditambah, aku (dan semua anak di dunia ini) pasti ikutan nangis kalo liat ibunya nangis, including me. Ngeliat bunda nangis nahan sakit, dan diem diem nangis pas ada ama, juga ikutan bikin hatiku kesayat-sayat. Aku nggak tega, neither I could do a thing. Aku udah coba beliin obat, salep, minyak otot, bahkan cari info penyewaan kursi roda, I asked my dad to take my mom to hospital, but none of them works. I was drown in despair, my exam was also fckd up.
    Ditengah-tengah itu semua, I also face another problem, friend problem, which I still couldn't figure it out how dare he was betrayed me like that. Selama dua minggu air mataku habis setiap jam 11 malem, dan kadang jam 9 pagi (kalo aku lagi libur). Aku juga nggak ada tempat buat cerita, karena aku bingung, siapa yang mau dengerin cerita aku kayak gini. Akhirnya aku beraniin cerita sama Ozi, even though I know dia bakalan bingung mau nanggepin kayak gimana. Masalahku semakin kompleks dengan ama yang 'sibuk', aku nggak ada temen lagi ngerjain pekerjaan rumah, dan deadline hafalanku (padahal cuma kurang 2 surah) yang katanya kalo nggak tuntas, bisa nggak naik kelas, sedangkan aku sendiri buat mikir susah kalo udah keadaan kayak gini, apalagi ngehafal. Aku antara enggak tega mau sekolah buat rapat MOS atau bukber sama temen temen, apalagi latian PBB, karena mikir siapa yang bakal ngurusin bunda kalo aku tinggal. Intinya, dua minggu ramadan aku habisin dengan air mata kering dan darah rendahku yang kambuh kambuhan karena aku suka nggak tidur berhari hari.
    Minggu ketiga, bunda udah dipijet, dan ternyata lututnya bunda dislokasi, I was so glad that I finally know the problem, but on the other side I was shocked too, ini mau diapain? Sedangkan bunda paling males namanya ketemu dokter (like mother like daughter). Karena aku udah free aku jadi punya banyak waktu buat ngurusin bunda, aku beliin apa aja yang sekiranya dapat nyembuhin bunda. Alhamdulillah bunda udah bisa jalan pake teken, udah bisa duduk agak lama juga, aku jadi lumayan lega buat ninggal ke sekolah. Tapi itu nggak lama, beberapa hari kemudian bunda fell down lagi, katanya sakitnya kayak pertama kali dulu. Jadi ya, aku juga ngerawat bunda mulai dari nol lagi, nyuapin, mandiin, pakein baju. Aku sempet putus asa, why Allah gave me such problem? where did I do so wrong? Till when am I have to see my mother suffer like this? Those questions raining my mind like heavy tar. Apalagi udah intensif latian PBB, jam 10 dari rumah, pulang jam setengah 5 langsung beli takjil, nyiapin buka, beresin piring, siapin makan malem, beresin makan malem, tidur, siapin sahur, sahur, kadang tidur kadang enggak, sekolah lagi and so on selama kurang lebih seminggu. Rasanya capek banget, nangisnya lanjut lagi dan lagi.
    Tapi alhamdulillah, begitu aku nyelesaiin deadline hafalan, pas rankingan juga udah keluar (besoknya terima rapor). Alhamdulillaaaah banget hasilku bener bener memuaskan, aku jadi bisa bikin bunda seneng. But deep down in my heart, I still sorrow, bukannya enggak bersyukur, cumen masih sedih liat bunda belum bisa bangun udah H-8 lebaran. Aku mikirin kalo bunda nanti enggak bisa ikutan sholat ied di lapangan, nggak bisa bikin opor, silaturahmi ke rumah sodara sodara, those things haunt me every night mulai H-7 lebaran. Dan sampailah aku di penghujung bulan ramadan, masih sama, masalahnya sama. Tapi Allah mulai menghibur aku lagi, hari ini (24 Juni), habis aku beli bahan bahan buat bikin opor sama sambel goreng kentang, tetangga depan sama tante (temen nya bunda) ngirimin opor, kalo tante sama  sambel goreng kentang juga dua toples kue lebaran, lumayan buat ngelengkapin kue yang aku beli kemaren.
    Intinya, hikmah ramadanku tahun ini, walaupun bunda sakit, aku terus terusan capek hati dan capek nangis, tapi aku bisa deket sama keluarga dan ngurangin waktuku di luar buat ngurusin bunda. Aku jadi sering di rumah, atau kalo aku pergi dan bukber, aku bisa manage waktu biar cepet sampe rumah. Waktuku sama keluarga jadi lebih banyak dibanding tahun tahun sebelumnya. Allah tau apa yang terbaik buat aku, dan memang benar adanya Allah tidak akan kasih hambaNya ujian lebih dari kemampuan hambaNya. Allah did hear my pray, and he answers me in many ways. Now I know how amazing the quality time with family, especially with my mother.

    I hope this post could inspire you, especially those of you yang sibuk nggak ketulungan sampe jarang punya waktu buat keluarga. You SHOULD sempetin waktu buat ngabekti sama orangtua, karena surga ada di kedua orangtua, terutama ibu. Selagi punya orangtua, lebih baik kita sering sering ada buat orangtua. Because once you lost them, you'll regret it until you die.
    Ramadan taun ini mengajarkan aku buat semakin dekat dengan keluarga ditengah kesibukanku di sekolah.
    Lastly, I am myself meminta maaf apabila selama ini ada salah dan khilaf, selamat merayakan hari kemenangan. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

Sunday, June 18, 2017

PELATDA (2)

Day 4
April 29th 2017
4.00am
    Yaampun nanti malem, bakalan jadi malem terakhir kita disini, sedih banget baru kerasa. Hari ini dosen nya basic semua, padahal materinya cukup banyak teori---geografi pembangunan dan pariwisata, sama geografi ekonomi (for me, it's quiet hard to understand). Kita asik sendiri, aku bahkan bisa gambar-gambar di buku, sama nyari materi yang kemaren kemaren, emang bosenin banget sih. Dan malah aku sempet bikin estimasi dana buat backpacking ke Karimun Jawa sama Pacitan, I don't know what for, tapi semoga aja bisa terwujud.
    Cuman malem ini---karena malem minggu dan malem terakhir---aku, Fina sama Dinda nggak langsung tidur. Kita menggila nyanyi nyanyi di balkon kayak orang gila baru tidur jam 12 malem. Dinda sama Fina nonton Little Thing Called Love dan menggila sama Mario Maurer gitu. Seru banget lah malem ini, sebenernya kita mau ke ruang kelas nemuin cowok cowok kayak Nadafa, Angga, Galang, mesti masih pada disana, tapi kitanya terlalu mager gitu:v
Day 5
April 30th 2017
5.00am
    Gilaaa ngantuk abis garagara semalem tidur jam 12, tapi alhamdulillah dosen nya nyenengin banget, dosen nya dapet applause juga. Cuman dosen yang materi kedua bukan dosen seharusnya, dosen kemaren pembangunan kalo nggak salah. Kata Fina sih ini dosen, suaminya dosen yang seharusnya dateng kali ini.
    Pas makan siang, kita dipanggil ke bawah buat ngambil amplop---saat saat menyenangkan---dan alhamdulillah dapet lumayan bangettt, ya Allaaaah dompetku terisi, dapet uang baru pula, mantap dah. Langsung senyum senyum gitu.
    Dan alhamdulillaaah banget nggak jadi pulang jam 5, jam 3 udah pulang. Habis itu kita foto foto di ruangannya kebumian---karena menurut Nadafa ni kelas kita kurang bagus:v, sayangnya hujan ini, jadi kita pulangnya agak molor-molor.
And here's pictures of us!

My roomates
(from left: Fina, Dinda, myself)
Legit
Yang menafkahi dan yang dinafkahi
Lupa deh ini momen apaan


Perdebatan sengit






Tuesday, May 2, 2017

PELATDA (1)

    Okay, so...
    Lima hari mulai dari 26 April (25 sih harusnya, tapi diundur), aku ikut karantina pelatihan OSP (olimpiade sains provinsi) Geografi (sama sodaranya, kebumian) di Hotel Çailendra---yang masuk gang:v
    Lima hari yang tergantung dosennya moodnya gimana---kalo pure materi enggak interaktif, juga boring, kalo terlalu interaktif juga creep---jadi ya, gitu.
    Temen sekamarku anak SMA 1 semua nih:v 1yk dan 1kalasan, aku sendiri (MAN) 1yk, unik juga. Yang dari 1yk namanya Fina, yang dari 1kalasan namanya Dinda (like---bosen sama nama Dinda). Mereka asik, banget, bisa nemenin aku, soalnya yang geografi dari sekolahku---selain aku---cowok semua, dan di kamar kita juga agak gesrek setelah mundas melalui semua materi. Sedangkan untuk kelas dibagi jadi lima sesi dan tiga materi. Sesi pertama (materi 1) dari jam 7.30am sampe 9.30am, terus coffee break sampe 10.00am, lanjut lagi sampe 12.00pm, ishoma sampe jam 1.00pm, sesi ketiga (materi 2) sampe jam 3.00pm, coffee break sampe jam 3.30pm, lanjut lagi sampe jam 5.00pm, habis itu kita mandi--istirahat--makan sampe jam 7.00pm (atau kadang 7.30pm), sesi alumni (materi--soal--atau sharing), sampe se-mampusnya kita (jam 10 sih---tapi itu udah bener bener nahan ngantuk level dewa).
    Jadi kerjaan kita bangun, sholat subuh, mandi--nonton tv, sarapan, tiduran lagi di kamar, materi-coffee break-materi-makan-materi-coffee break-materi, mandi--istirahat--nonton tv, makan malem, materi, tidur, kind of, quiet boring, isn't it? Dan dari materi, aku pribadi suka klimatologi, demografi, sama geologi-geomorfologi sih, tapi dosen yang penjelasannya enak menurut aku ibu Dr. Emilya Nurjani, M.Si (klimatologi), soalnya interaktif tapi nggak berlebihan, mantep juga, materi masuk, nggak boring, typical dosen yang terlalu banyak ngejelasin juga jadi nggak pure materi, spesial lah.
    Let me recall that amazing experience here, day by day.

DAY 1
26 April 2017
8.00pm
    Materi dimulai sekitar jam 9an, rada rusuh soalnya hotelnya belum siap, kamarku sendiri di atas juga belum siap. Tapi akhirnya ada yang bawa kunci nomer 26, akhirnya aku ikutan, ternyata temen sekamarku ada dua orang, ya Dinda sama Fina tadi. Setelah kita kenalan singkat sama pembagian tempat tidur, kita segera ke ruang kelas (which was the lounge), dan belajar materi pertama yang.......udah bikin sepaneng aja, perpetaan---dan uba rampenya. Tapi untung dosennya interaktif dan aktif, tapi sayangnya, materinya agak nggak masuk soalnya lebih mbahas ke toponimi sama SIG yang jadi bikin kelasnya rada boring, for me. Habis itu makan siang--sholat, lanjut materi berikutnya yang, lumayan---demografi. Tapi kali ini dosennya dagelan banget, make nanyain usia berapa mau nikah, nanti punya anak berapa, dan kenapa, bikin pegel rahang.
    The last was sesi alumni, jadi ada Clint, yang aku kenal dari OLGENAS, terus ada---namanya mbak Isna, mbahas yang sebelumnya, tapi nggak terlalu---biasa aja gitu, entah akunya udah capek atau apa, biasa aja kesannya. Habis itu---karena kita (aku, Dinda, Fina), udah sholat Isya, jadi kita bisa langsung tidur. And the first day was over.


DAY 2
April 27th 2017
4.00am
    Haduh, ni mata belekan banget kayaknya, mana dingin banget, padahal AC nya udah 24. Akhirnya aku mandi, terus kita sholat subuh, nonton tv, Dinda sama Fina mandi dan sebagainya, nonton berita:v, habis itu kita sarapan, bobokan bentar di kamar dan materi lagi. Udah bawa susu, ternyata di bawah ada susu! Yeyyy, huehhehe. Kita bertiga masih gembel pake baju tidur waktu sarapan, ketika yang lain udah pake seragam (at least kita udah mandi lah ya), maafkan.
    Materi hari kedua ini manajemen bencana, which was reaaaaaaaaally boring. Jadi dosennya tuh (cowok) ngejelasin terus, mana suaranya pelan banget lagi, aku ngabisin permen sampe 3 biji sendiri, mana aku duduk di samping ruangan sebelah dosen--sama Dinda & Usman. Haduh, I just couldn't stand anymore. Habis dzuhur dan ishoma, materinya klimatologi, asik banget, ada ketawanya juga, pokoknya topcerlah. Habis itu kita mandi, nonton Adit Sopo Jarwo:v, ngemil dan istirahat.
    Malamnya, kita sama Mas Zithny (susah ya?), mbahas klimatologi--ada morfologinya juga sih, mbahas pake soal gitu, dan sampe jam 10. Itu mana aku di depan, depan banget sama meja dosen nya, dan aku lupa nggak bawa minum sampe aku nggak bisa mangap-_- sedih banget, kesel banget aku mana sampe jam 10 (yang perjanjian awalnya sampe jam set10---bahkan di jadwal jam 9). Terus sampe kamar aku minum kayak unta gitu.

DAY 3
April 28th 2017
4.00am
    Hari Jum'at ini pagi-pagi aku udah ditelepon sama Bunda, ehehehe, kangen banget juga. Trus aku minta dijenguk sambil minta dibawain hoodie sama air putih yang 1,5lt (karena emang aku unta banget sih). Hari ini materinya geografi kota sampe jam set12, soalnya Jum'atan juga, terus nanti masuk jam set2, asik dah bisa buat leyeh leyeh bentar. Seru banget hari ini mulai berbaur, ejek ejekan gitu, Nadafa sama Kevin ngabsenin satu satu anak sambil ngapalin namanya, cuanet lah, masa Armand namanya Usman:v ngakak lah.
    Sore ini ama sama bunda jenguk, mintanya hoodie sama air putih 1 aja dibawain nya hoodie, seragam, air putih 2, sama snack, astaganaga, ya alhamdulillah sih, tapi gimana ya-_- nggak kemakan juga habisan jarak antara makan besar sama coffee break nggak terlalu jauh. Overall, hari ini asik bener pokoknya.

To the next post yak!

people who read my blog

search here?

Amaranggana Ratih Mradipta. Powered by Blogger.