Sunday, April 16, 2017

Magical 17th

    I know I should've post it 3 months ago, but you know me-_-
    Officially 17 years old, it means that......I'M GETTING OLD!
    It's a usual thing for me to cry in the night before my birthday or in the night of my birthday. I refuse to get older, it means that I have more responsibilities of my own life. I fully know that it is what it is, but, I think I just wasn't ready. Not to mention about my discipline programs or that 'studying every night an early morning after tahajood' or 'eating less than 500kcal/day' or 'jog every Sunday', no, but I just need to prepare more. People told me that in the age of 17, a girl has become a woman, and one of two biggest celebration in a women's life is her sweet 17, another is her wedding day. It's hard to me because, I need to be a woman by now, my mother always say that I need to wake up earlier to pray tahajood then study, then pray subuh, then clean up my bed, then prepare for school, I just......I wasn't ready (again).
    But I think, today (supposed to be posting this at January 23rd) I'm just gonna go with the flow.
    Orang pertama yang ngucapin adalah Ozi, dia bangunin aku jam 11.55pm tanggal 22 Januari, terus dia nelpon aku sampe sekitar 20 menit setelah tanggal 23 Januari. Lengkap with his decent accent and funny laugh, aku nggak bisa berhenti senyum sampe gigiku garing denger semua kata katanya. He's the best. Next was another birthday girl, a.k.a. my 11 years best friend, the one and only Zahra 'Kunyil' Rizky Fitriyana.
    But I wasn't really happy that day, beside Areta nggak masuk, and another factor that made me.....hmm, okay. But my mom always made it special, seperti biasa, bunda bikin nasi kuning lengkap dengan uba rampe-nya. Ditambah seorang bocah [Ozi] yang aku bikin (ke)kenyang(an) makan nasi kuning bikinan bunda, hehehe. Nggak ada yang mewah hari itu, tapi kesederhanaannya bikin aku seneng banget.
    And I've already planned my sweet 17 birthday party at my house but.....the weather is pretty bad, walaupun akhirnya acaranya tetep jadi. And millions of billions thankyou kepada kalian kalian yang telah datang dan kadonya, dan semuanya, I love y'all.

AND THE PHOTOS
Thankyou for Vio and Shinta
For helping me prepare the party
And thankyou Shin, for your damn talented hand, putting make up on my face
Ciye mbak ute mau nikah aja
Ma btchez
RADOFA
Luuvvv
Girls!
My beautiful and talented Javanese contemporary artist (inshallah) Anindita
The boys
"Kakak emesh"
Maafin yang paling depan ya(:
Duo jahanam
Keliatan kan jahanam nya
And thankyou very much for Areta, Cahyo, Jeki, Yudha, Adit, Fatih, for throwing me and Dinda an afternoon party, so pleasing




CIAT CIAT CIAT
And thankyou too segala keaiban yang telah kelyan share ke instagram




Ï

Thursday, March 9, 2017

Insecurities [embracing all of you who has been bullied]

    It's not common for me to tell my deppest feeling in my blog. But, I just couldn't tell it to anyone, even my mom. I have this insecurities that haunts me since I was in elementary school. I've been bullied because of my physical appearance, I've been trough many sad things. For some of you might think, "what happened to you was nothing. You're only fat, not obesse. You still have friends, you still bla bla bla" but seriously, I'm not as good as you think I am. Even though I always say to myself that a girl should be praise not only by her physical appearance but by her mind too. But seems like it is a global trademark that girl MUST be pretty, skinny and just being sex bomb to guys.
    I'm fat, my teeth just a mess, I don't have pretty smile. My skin is not smooth, I don't like make up, I like vegetables, I can only cook. I wash my clothes every Sunday so my hands are not smooth, I do everything by myself, I'm not rich. I'm not as happy as it looks, I like being alone with my book. I don't have any magnets to attract people near me, they just come and go like the wind.
    In friendship, oh, worst. I always the one that being picked, they choose whoever they like based on some criteria of their squad, and they never choose me. I always left alone. It's a fact, it keeps on happening till now I'm in high school, maybe it'll get worse and worse in the future. Idk what's wrong with me, I'm a nice person, I never lie to anyone that I loved especially my friends, I always trying to be honest, I'm loyal, I listen to their story and I never judge. I don't care whether they want to be with me only in their sad times or not (indo: temen musiman). I never had a thought 'musiman' to my friends, I respect their own bussiness. I ask 'what's wrong' everytime I see them alone and sad, I encourage them, I support them. Because I know how it feels to be alone. I know how it feels to be unwanted.
    I have one special friend since I was in elementary school. Her birthdate is same with me, we're still in a nice relationship till this very second, and I appreciate how she keeps this friendship with me.
    I always be the one to judge. Because of my physical appearance is the most. They keeps on telling me "elephant" since elementary school, and changed to be "rhino" in middle school, and idk what else. One thing that they don't know, I was depressed when I was grade 8, I almost kill myself because of that situation. Then I pray to God to gave me strenght, he always listens to me. Then I went on a very tight diet, I don't eat rice, I don't eat meat and fish, I only eat green, I don't consume sugar. It works, I lost about 5kg in less than a month, but it turns out killing me inside. I started to feel pain in my stomach during second month of my "diet program" , I thought it was just cramps. Then I asked my mom to go to doctor. Doctor said, it was the gastric acid, and if I keep on continue my unhealthy diet program, my gastric will get infected and starts to make hole because of the acid and slowly goes to my heart and kills me right away. My mom was so angry to me like....why on earth I did that....but then I told her, and she starts to understand.
    The side effect, my gastric ulcer keeps on killing me when I missed my lunch. Plus this extra mark on my hips, my thigh and under my arms as signs that I've been trough "suicide diet" back then. But it didn't change anything, I still be the one that being picked. And since that, I still think that I might do the same thing, later, when my self esteem keeps being shot by people that I trust the most.
    I embrace all of you who did---or almost did the same. Just.....stay alive, life is matter when you enjoy it. Don't listen to them, be yourself, don't copy anyone just because you want to be accept by a group. Claim yourself and be good, you'll be love by the true of you are.
    So, be strong!
    Xx.

Friday, January 20, 2017

Bumi itu....(2)

    Ngelanjutin ngantuk yang tertunda setelah jatuh dari langit ke-5 tadi, aku radak kiyip-kiyip dan setengah merem. Tapi terus aku kebangun soalnya bener bener brutal jalan-nya, aku kayak kenal daerahnya gitu (dengan jalan yang jauh dari kata halus)
"Man, ini dimana?"
"Sermo."
Bener ternyata dugaanku (berdasarkan hipotesa soal jalan), jadi keinget dulu pas Mahabhakti gitulo, uhuehehehehe. Setelah kita turun, benar saja udaranya sangat amat dingin sampe ngembun--NO IT WAS SO HOT, tapi untungnya angin sepoi sepoi bisa sedikit mengurangi rasa gerah gitu. Kakak kakak panitia langsung mengondisikan kami sesuai dengan kelompok dan rutenya. Menuju pos pertama jalannya turun dengan tikungan yang tak kalah miring dibanding gebetan diembat sahabat /kan ngaco kan/, ngebayangin nanti kitanya bakalan naik lagi. Di pos pertama, kita ngerjain soal tentang kualitas air di waduk Sermo ini, pokoknya disajikan data soal kadar kandungan zat zat kayak besi, terus persenan dissolved oxygen nya, gitu gitu deh. Kita dikasih waktu 30 menit. Pos selanjutnya yang enggak terlalu ekstrim jalannya, tentang cara mengurangi tingkat kerawanan longsor di Sermo dan sekitarnya, metode yang tepat kayak gimana, vegetasinya juga gimana. Pos selanjutnya kita mendaki bukit cinta /bukan Mahameru plis/, wadudu keringat bercucuran. Kita berhenti di sebelah waduk sermo, disini lumayan adem dan relaxing juga sih. Di pos ini kita ngerjain soal tentang klimatologi, enggak jauh dari kita ada alat alat untuk mengetahui cuaca di daerah sermo secara keseluruhan. Ada panel surya, anemometer, barometer, campbell stokes dan teman temannya lah. Pos terakhir tentang sumber daya, intinya tentang pemanfaatan waduk sermo ini. Selanjutnya ada break makan, sambil dibagiin kertas untuk student mini project, ada source book dan buku project nya. Aku sama Armand makan siang sambil ngeliatin waduk syahdu pisan (ya andaikan sama doi gitu bukan sama Armand, pasti lebih yahud). Tapi ada yang jauh lebih syahdu dari kita, yang ngerjain di gazebo setelah entrance waduk, gils.
    Student mini project, yaitu tentang perencanaan pembangunan pariwisata Sermo dan beberapa destinasi wisata disekitarnya, kayak air terjun kembang soka, cibiru, pokoknya ada 5 destinasi termasuk Sermo sendiri. Waktunya 2 jam, tapi cukup bikin pusing juga karena dari source book aja enggak cukup, tambahannya bisa pengamatan, bisa wawancara. Setelah student mini project kita kembali ke parkiran bus buat foto bersama, terus kita ke Masjid Agung Kulon Progo buat sholat, habis itu langsung cus ke UGM lagi dan pulaaang. Hari ini hari capek fisik, mengeksotiskan kulit dan bikin sunburn muka.
    Hari Ketiga, hari terselo. Kita registrasi dan langsung dikasih konsumsi. Agendanya hari ini kuliah umum, galeri poster, presentasi essay terbaik dan pengumuman juara lainnya. So, it was mental test. Hari ini dibikin santai sama mbak dan mas MC yaitu mbak DePe dan mas Saipul Jamil, jk, yaitu mbak Asti dan mas Yoseph, udah ketawa enggak karuan aja pagi pagi di tes kebersihan otak dan kepolosan pikirannya, berat ini. Dilanjutkan dengan kuliah umum yang malah ngomong ngalur ngidul bikin ngantuk, lalu penilaian poster yang cukup asik karena lucu lucu dan beragam, keren juga sih bisa ngeliat destinasi wisata seluruh Indonesia gini, jadi pingin nyobain satu satu gitu. Selanjutnya kita makan siang, aku, Dea, Rylis plus Niken, Armand sama temen temennya Niken yang kebetulan cowok semua. Habis itu Jum'atan ada guru pendamping kita yang (akhirnya) mendampingi, Bu Has. Kita ngeles sama bu Has buat sekolah beliin paket vcd yang isinya foto 3 hari ini seharga Rp. 60.000 dan akhirnya dibeliin juga wkwk, Alhamdulillah. Habis jumatan dan sholat dzuhur bagi yang putri, selanjutnya pengumuman 10 besar yang akan presentasi essay mereka di hadapan juri.
    Presentasi ini enggak cuman kategori essay terbaik, jadi ada 7 essay terbaik dan 3 tim itu dari hasil akumulasi (essay sampe mini project) perlombaan terbaik. Presentasinya ada yang serius, ada yang sambil standup comedy, ada juga yang bener bener lancar ngejelasinnya macam presentasi MLM, tapi aseli yang itu keren banget. Ketiga juri, juri pertama normal, juri kedua suara dan logatnya persis bu Mus, juri terakhir agak sadis. Dan sampailah kepada pengumuman, 20 besar dapet perunggu, 10 besar dapet perak dan 3 besar dapet emas. Mansa menang? Menang di hati bapak ibu, guru, dan karyawan serta teman teman sekalian, hehe, not yet. Setelah itu kita farewell farewell an sama yang lain, ambil sertifikat dan pulaaang. Alhamdulillah asik banget emang ya ikutan lomba nasional gini, menang bangga, belum menang dapet sertifikat, pengalaman, kenalan, walah halah......rasanya nano nano, guys, #curhat, jadi aku seneng bisa ikut, tapi sedih belum bisa bawa apa apa, aku seneng bisa kenalan sama temen temen baru dari luar kota dan luar pulau, aku sedih cuman bisa farewell sama beberapa dari mereka doang, aku seneng 4 hari skip pelajaran, aku sedih banyak banget tugas sama tau tau ada ulangan habis itu-_-
    Anyway, aku, Dea dan Rylis dapet pencerahan sedikit dari bu Hastuti. Bu Hastuti ditanya sama anak IIS waktu itu, "Lombanya sampe kapan bu?", jawabannya agak nyeleneh gitu tapi multitafsir lah:v "sampe menang"
    Yeah, it was so unforgettable.
Satu kali semangat......SU
Dua kali semangat.....SU-SU
Tiga kali semangat......SUSU SAYA SUSU SEMANGAT
OLGENAS 2017.......SEM, SEMANGAT
SEM-SEM-SEMANGAT.....YIIHAAAA~

Wednesday, January 18, 2017

Bumi itu....

Okay, this......is not that one conspiration post, and I won't talk about whether earth is flat or round, idaf.
    So, lomba yang aku--dan timku--telah stres melengkapi semua persyaratannya pun tiba. It's OLGENAS--Olimpiade Geografi Nasional--2017, bener bener parah persiapan kita beneran, makanan nya buku buku paket, ada satu buku bimbingan OSN yang tebelnya kayak Oxford tulisannya juga kecil-kecil, buku lain tentang SIG (Sistem Informasi Geografi), muatan lokal, buku kelas XII dan geologi. HUAAAHHHH emang suka bikin pusyang kalo ngomongin itu, mana tugas rada terbengkalai dan skip ni selama 4 hari (yang 3 harinya emang lomba). Dan setelah kita ngos-ngosan makan sekitar 5 buku dalam waktu 8 jam pada H-1, pendamping kita bilang, "Oh lombanya besok to (Rabu), Ibuk pikir lombanya masih Senin" yea right kalo lombanya Senin kita belom maksa banget gini sih buk. Okay, langsung ke lomba aja ya, ini behind the scene nya rada gabener.
    Perlombaannya ada 3 hari dengan ujian hidup yang sangat berat beberapa tes, yang pertama essay dan poster, tes tertulis, tes multimedia, tes lab (dua kali), outdoor learning; pos dan mini project. Hari pertama tes tulis, tes multimedia dan tes lab.
    Hari pertama waktu masuk, disambut sama tree of hope (yang kayak pohon ada kertas kertasnya gitu di dahannya) aku blm ikutan nulis karena masih rame banget, langsung registrasi aja terus dapet co card, tas, kaos, alat tulis, buku plus stiker, and of course konsumsi. Habis itu acara pembukaan dilanjutkan dengan ujian tulis. Soal ujian tulis 120 soal dengan tipe yang beda dan 30% nya bahasa Inggris, dan waktunya 3 jam, EDAAAAN. Aku sama Armand (partnerku) rada rada mikir di beberapa soal, tapi yang kita kerjain duluan yang berkaitan sama sejarah:v (sama sama penggila sejarah). Tapi Armand ini, he knows everything, istilah istilah susah aku kadang enggak paham dia ngerti, that's why aku radak beruntung juga partneran sama dia, selain dia anak Trisoc (udh kenal daridulu jadi enggak perlu pdkt lagi buat kerjasama) dia juga paham banyak hal. Not to mention how susah ngajak dia skip pelajaran buat belajar di perpus.
    Habis ujian tulis ada ISHOMA, makan lageee, enak loh itu konsumsinya. Setelah itu tes multimedia masih di ruangan yg tadi cuman tukeran aja sama ruangan seberangnya. Model tesnya gambar/video disajikan di ppt terus ada soal nya, menurutku ini radak gampang dibandingkan dengan tes tulis (plus kita duduk paling depan langsung deket sama LCDnya), soalnya pake gambar jadi langsung paham. Disini cuma 40 soal tapi ada greget gregetnya gitu sih.  Selanjutnya sholat Ashar terus tes lab. Tes lab yang pertama yaitu SIG (Sistem Informasi Geografi), tentang rencana perumahan di suatu daerah di Bali, dengan bantuan data jaringan jalan, kepadatan penduduk, dan harga tanah. Selanjutnya remote sensing/inderaja, identifikasi perangkat wahana remote sensing, ngitung ngitung skala, daerah pertampalan. Sempet hampir aja enggak teliti disini, tapi untungnya di detik-detik terakhir udah bisa dibenerin. Selanjutnya TM untuk outdoor learning yang masih antah berantah kemana di ruangan tempat tes tertulis dan multimedia. Hari pertama ini bisa dikatakan lelah pikiran-_-
    Hari kedua, yang cuman boleh bawa tas serut yang udah dibagiin padahal bawaannya lumayan uga lah-_- selanjutnya, sekitar jam setengah 8 kita berangkat (masih) gatau kemana. Intinya lewat ringroad, dan sampe ringroad barat. Nah ini.......ceritanya aku ngantuk, bener bener ngantuk, akhirnya aku bobok aja kan, tau tau brukk, aku jatoh--ni soalnya aku duduk di kursi belakang bis atasnya pintu masuk belakang--asli.....ni bokong rasanya, terus aku ditolongin sama temen baruku dari Pare (satu kali aja, kalo dua kali beda daerah), namanya Niken, dan yak bus kami (bus 4) mengalami kecelakaan kecil di ringbar. Ceritanya di depan kami itu bus 7, pas udah lampu hijau, bus 7 mau maju ada avanza dari sebelah kiri tau tau ngalang jadi bus 7 ngerem mendadak, otomatis bus kami juga kaget dan akhirnya nabrak. Kaca sopir itu retak parah dan lampu plus spion pecah, avanzanya kabur. Alhamdulillahnya ada polisi yang bisa langsung ngurus kita. Akhirnya kita terlantar selama sejam nunggu bus yang lain otw buat jemput kita. Aku dan ke-empat temen baruku: Niken dan Ilham dari SMAN 2 Pare, Wina dan Dea dari SMAN 8 Malang di bus......GABUT PARAH, akhirnya kita ngomong sana sini enggak jelas sampe ke kamar mandi, dan kakak kakak panitia pun kayaknya juga udah kehabisan ide buat menghibur kita.
    Akhirnya kita dijemput pake bis lain dan melanjutkan perjalanan ke tempat outdoor learning kita yang masih aja gatau kemana.

LANJUT POS BERIKUTNYA OKEY?

Saturday, December 31, 2016

Review-ing 2016 and credits

    Just like another past years, ketika sampai di pertengahan tahun sampai akhir tahun, selalu ada ending bittersweet yang buat aku seneng sampe ke puncak Everest, dan terpuruk sampai ke Marina, there's no in between.
    Tapi pada kenyataannya, pengalaman itulah yang bikin aku belajar setiap tahunnya, untuk mempersiapkan badai di tahun yang akan datang. So, there's no reason not to cherish every storm, just, enjoy and learn.
    Kalau diringkas, 2016 ini memang bukan cuma fisik yang sering capek. Tapi pikiran, hati dan jiwa mengalami lelahnya menghadapi 2016. Dimana banyak up and down, tawa dan tangis, semuanya.
    Semuanya.
    As I grew up, bukan lagi certain person atau certain problem yang aku hadapi atau aku lawan, tapi diriku sendiri. Berkecambuk dengan ego, menyelaraskan mau dengan mampu, menyingkirkan alasan dan keluhan, sakit fisik-jiwa-hati-pikiran tapi masih ada hal yang harus diselesaikan. Mulai mengerti protes, demontrasi dalam sukma dan perdebatan hebat antara rasio dan nurani.
    And for my new year event this year, I have no proper plans actually. Since my mom and dad have no moods for having holiday because of their work, and my boyfriend asked me many times wrether I'm going or not this year. Plus, I think my bestfriends (Areta, Dinda, Adit (he'll not going to be back to Lampung, because his dad will come), Fatih (but sure he'll have plan) and maybe some of konco dolan squad minus Yudha (he'll back to Lampung). And of course my boyfriend, Ozi, his dad is working even on holiday), are not going anywhere too, so maybe I'll have new year eve with them, I guess. Also, I'm not in the mood for going anywhere, I just need a relax holiday at home, with less money, with beloved people.
    Okay, so, 2016 has been the most complicated year so far. Karena kalo kata orang memang semakin tua seseorang semakin banyak tanggung jawab yang diembannya. Itulah mengapa kadang aku sedih/sampe nangis di malam pergantian tahun pada saat ulangtahunku. Aku nggak suka menjadi orang dewasa, aku pingin tetap muda, bersikap muda. Di 2016 ini aku diajarkan untuk meninggikan impian pada saat aku merasa rendah, dan merendahkan hati saat aku ditinggikan. Selain itu, aku diajarkan untuk membagi waktuku sebijak mungkin, untuk keluarga, untuk sahabat (ni banyak kalo disebutin), untuk sekolah (incl: tugas, pr, group discuss, OSN, lomba, tonti), untuk Ozi, dan masih banyak lagi, dan tanpa mengorbankan kepentingan satu sama lainnya, lalu kepentingan siapa yang harus dikorbankan? Kepentingan pribadi, pesan moralnya: stop complaining. Aku diajarkan untuk selalu profesional saat on duty, mengambil keputusan sebijak mungkin walau suasana hatiku lagi porak-poranda atau fisikku sedang lemah, because people wont accept your excuses anymore, they want what they want. Yang menarik adalah, Allah memperlihatkanku watak sebenarnya dari orang orang disekitarku, yang aku anggap buruk bisa jadi baik, yang aku anggap baik bisa jadi buruk, it changes my perspective a lot. Kalo kata Haymich Albernathy di Hunger Games: Catching Fire "remember who's the real enemy is" and I just find out this year. Aku juga diajarkan untuk cari uang sendiri saat ada kebutuhan yang mendesak, namun orangtua belum bisa memenuhi. Aku merasa sudah dewasa dan malu apabila harus meminta, apalagi meminta hal yang aku mau, bukan yang aku butuh.
    Tapi terus apa yang aku bisa ambil hikmahnya dari semua kejadian dan ujian yang ada di 2016 ini? Ya banyak, hikmahnya agar aku enggak mudah kebawa emosi--jadi aku bisa stabil dan bisa mikir dengan jernih untuk mengambil keputusan/berbuat sesuatu. Agar aku tulus dan ikhlas mengerjakan suatu amanah yang diberikan sama aku dengan penuh tanggung jawab: stop complaining, stop giving excuses. Agar aku bisa manage waktu dalam hidup aku, manage semua event dengan cara bikin juknis (jobdesk) supaya hidupku teratur.  Agar aku bisa menyikapi watak temen temen aku dengan baik sesuai perangainya masing-masing. Agar aku bersikap malu harus minta Bunda uang jajan, yang memaksaku untuk cari uang dengan caraku sendiri dan harus dengan cara halal. Agar aku sabar, agar aku jadi lembut hatinya, agar aku pemaaf, agar aku jadi orang sederhana, agar aku selalu bersyukur, agar aku selalu rendah hati, dan masih banyak lagi. 2016 thought me so well, 2016 merubah banyak perspektifku. And sure I'll be different Diftha in the next year (this ain't bullshit). So I hope, kalian semua yang membaca post ini, bakalan jadi orang yang lebih baik juga di tahun yang akan datang, sure karena kalian telah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup di tahun yang akan datang. Jadikan itu sebagai motivasi untuk merubah diri kamu dengan segala hal yang telah kamu pelajari di tahun sebelumnya. Karena percuma aja kalo dalam setahun yang telah kamu lewati kamu nggak belajar apa apa.
    That's all I guess. Waktunya credits untuk orang-orang yang telah menginspirasi dan menghancurkan hidupku selama setahun ini.

    But first, alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Aku masih diberi kesempatan hidup di tahun 2017. Terimakasih ya Allah, hamba telah diberikan ujian yang banyak di tahun ini, semoga hamba bisa belajar dari itu semua untuk memperbaiki diri hamba di tahun yang akan datang. Ya Allah, alhamdulillah, terimakasih atas semua nikmatMu yang hamba rasakan di tahun ini.
    Kedua, terimakasih kepada Ama dan Bunda. Terimakasih atas support dan bimbingannya di tahun ini, I know I'm being reckless sometimes, soalnya aku masih belom bisa terima keadaan waktu itu, dan plus suasana di sekolah juga lagi berantakan dan aku nggak tau harus curhat kemana soalnya bunda sibuk. Maafin aku yang masih banyak minta, maafin aku yang belum mandiri, I'm sorry, sure I'll fix it next year. Inshallah tahun ini kita berjaya yah, ama bunda, I love you--infinity.

Family dubbbzzz

    Ketiga, my beloved RADOFA, Areta, Dinda, Adit, Fatih, Ozi. Semoga kita tetep erat sampai se akhir akhirnya akhir. Sukses selalu buat kita semua di tahun/semester yang akan datang. Semoga kita tetep langgeng persahabatannya sampe tar reuni pas udah punya cucu 3, terus kuburan kita jejeran, atas kuburan kita kasih mahkota, yoi dubbszt.

Maaf maaf ya

Gatau dah Dinda sama Fatih ngapain

yang ada penampakan kacamataan anggap saja titisan Cepot

DRA
Bukan cuman sekedar nama
namun doa
Gelar DRA. gitu maksudnya

    Bocah bocah maen--Jek, Cahyo, dan Konco Dolan squad, makasih kalian mah suka bikin aku ketawa ketawa sendiri gitu kalo lagi kumpul. Jalan jalan kalian juga suka bikin iri, kurang ajar kalian mah.

Dipilih dipiliiihhhh
Kecuali yang dua dari kanan
U tease him, I'll dug yo' grave

    TRISOC! Sedih parah kenapa kita harus dipisah, memang fu--ed up, tapi semoga kelas XII dibalikin yah kelasnya, aamiin. Kangen parah suasana kelas sama kalian. Semoga kalian sukses selalu di kelas barunya, tetep semangat walaupun enggak seperti apa yang kalian harapkan. Dan buat yang sekelas sama aku: "stay strong broh(": I feel what u feel".

Terpeaaaa

Bodo amat ya kelasnya diacak

We are unbreakable

    Keluarga baruku yaitu EL CION CLASS. Thankyou for this semester, and goodluck for next semester.

DIPILIIHHHHH

Fullteam~

Can't sit with us

    Next, my lekker dan kopma lovers. Yaampun, makan terus aja ya sampek mampus. Semoga kita sukses selaluuu.


    TONTI MANSA! Dan adek adek kelasku yang barusan dilantik. Tetap semangat, karena taun ini acara-acara sudah dipegang sama kalian semua (aaaa bahagia). Angkatanku, bantuin adek adeknya, bimbing sampe bisa, jangan pernah dilepas, jangan mrotoli, tetep kompak. Kakak kakak kelasku tersayang, sukses UN--SNMPTN--SBMPTN-nya, abis itu maen ya:v jangan lupa sama angkatan kita loch.

Tertata

Tidak tertata

Sangat amat tidak tertata

    Last but not least, temen maen-temen gapernah kenyang-temen nggosip-temen curhat-sahabat terbaik-kakak yang suka marahin-pacar, all in one special package, Muhammad Anis Ghozi Pentha Pratama. Terimakasih atas setahun yang penuh suka-duka, berantem-manja, ketawa-nangis, dan semua up and down. You inspire me to be better, sifat enggak mudah menyerah dan selalu positifmu yang bikin aku kagum sekaligus iri. Banyak orang yang gatau betapa berbakat dan cerdasnya kamu, berbakatnya kamu dalam menangani semua masalahmu, dan cerdasnya kamu dalam ilmu kehidupan. Stay true, be who you are, namun selalu kaji sikap sikapmu mana yang baik dan buruk, kalo masih ada yang buruk berubahlah untuk dirimu sendiri, untuk orang disekitarmu. Tetep lakuin apa yang kamu cintai, pelajari terus dan asah bakatmu. Aku selalu dukung yang terbaik buat kamu.


Maap maap ya....maap

Put yo sh-- together and be ready for 2017.

2017
Kick ma ass

Monday, December 12, 2016

Ke Kota Kembang (part 2)

Sunday, October 2nd
    Aku dan Dinda mengawali hari dengan foto cancyik di jendela luar kamar. Setelah aku susah payah bangunin mereka semua buat sholat Subuh (terutama Rylis sih-_-). After some pictures and milk, kita menuju lantai bawah buat breakfast, yang lain udah pada berseragam batik sedangkan kita berempat mandi aja belom:v tapi aku tenang tenang ajasih, aku mandi paling lama cuma 10 menit kok. Eh Rylis mandi paling lama-_- kita semua udh siapin barang dan dibawa kebawah, Rylis masih bedakan. Akhirnya aku sama Hasna duluan kebawah buat booking tempat duduk, dan aku beli coklat panas di Indomaret depan hotel. Destinasi pertama kita hari kedua ini adalah Floating Market, yes, you know just by the name. Floating market bener bener keren banget pemandangannya begitu aku masuk, sebelum ke 'pasar'nya, ada beberapa restoran, dan gazebo dengan pemandangan langsung ke danau. Ada juga rumah terapung, litteraly floating karena di bawah isinya gabus doang._. Oya disini unik banget, karena kita beli barangnya bukan pake uang kertas biasanya, tapi ditukerin dengan koin khusus dengan nominal kelipatan 10.000 mulai dari 5.000, 10.000, 20.000 sampai 100.000 dan 200.000. Aku bener bener bingung mau beli apa karena emang BANYAK BANGET YANG JUALAN. Akhirnya aku beli cotton candy, dan cakwe, oh my cakwe I miss you so much. Sisanya hunfot, Areta sama Lia mau penelitian disini, ohohohoo good luck guys.



mantabsoul



itu aku ada yang 10.000, 20.000 dan 5.000

DANG

Take notes


    Destinasi selanjutnya nggak jauh jauh amat dari sini, Farm House. Dari namanya aja udah kecium bau bau domba. Dan benar saja disana kita bisa megang hewan ternak secara langsung. Tiket seharga 20.000 bisa dituker dengan susu sapi asli, dengan cemacem rasa. Kalo aku sih milih yang plain, ya karena #murniituenak. Disana ada rumah rumah vintage, ada rumah Hobbit, ada cosplay James Friday The 13th, Witch nya yang di Oz Wicked Witch dan lain lain (yeah because it was October, but I think it was waaay too early to celebrate halloween). Ada kunci cinta juga yang kayak di Paris gitu. Selanjutnya ada sapi, domba, kelinci, ayam, even iguana. So sad, rain is coming, akhirnya terpaksa kita segera masuk ke bus dan makan siang. Tapi entah kenapa akunya gaenak badan dan enggak mood makan. Akhirnya aku cuma makan sedikit dan langsung sholat aja. Restoran tempat kita makan siang ada balkonnya, lengkap dengan pemandangan jurang dan udara yang bener bener sejuk.


Terangkanlah......

Konco Dolan minus Anis Ghozi, Yudha Bayu, Ahmad Faiz, plus Luthfi
dipilihh dipilihh

E nyusuin anak dind


FLUFFY!!!

They have better love story than Twilight

    Selanjutnya, kita ke Sundial, dibacanya bukan sundial apalagi sandal, but it's actually sun(matahari)dial. Karena sebenernya bangunan ini juga sebagai jam matahari. Jadi Sundial itu wahana permainan sains (kayak gedung oval Taman Pintar). Aku memilih nggak banyak gerak karena udah capek dan mau tidur aja. Tapi aku sama Dinda ganti kaos TRISOC brooo, uhuhuhuuuyy (ps: kegedean-_-). Di Sundial ada sepeda gantung gitu, nah Jeki naik sana dan anak anak Trisoc pada heboh ngga ketulungan, terutama Ozi sih. 

Si bochaaaah:v

Inimah cool

Ni kalo nggak hujan bisa liat jam mataharinya dari sini

"SESOK SEKOLAH JEEEK" -Anis Ghozi (16th)

     Selanjutnya kita makan malam dan mempersiapkan diri untuk perjalanan balik ke Kota Yogyakarta tercinta. Waktu makan malem aku beliin DRA Dunkin Donuts yang ended up dimakan hari Selasa-nya (tergeblek). Sebelum balik ke Jogja, ke toko oleh oleh dulu, tapi aku udah nggak mood juga karena nggak ada atm mandiri (di dompet tinggal 50.000), dan jajannya juga yang ada di Jogja. Akhirnya aku beli moci yang 5 boks harganya 25.000an, beli 3. Dan akhirnya tidur panjang.

Monday, October 3rd
    Oh no, wait. Aku nemenin Dinda mabok sampe jam 1 malem.
    Sampe Jogja sekitar subuh, dan tidur.....sampe dzuhur:v
    Tinggal deadline laporan dan hellishly revisi, ahahahah, I'm so fxckin ready.


"Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum" 
- M. A. W. Brouwer.

people who read my blog

search here?

Amaranggana Ratih Mradipta. Powered by Blogger.