Once I saw a violin player on Glee, and some orchestra show, I think they're elegant for both women and men. But I never decided at least to try playing it, I decided to learn guitar and keyboard. But just by some practice, I enjoyed guitar more than keyboard, so I stop learning keyboard. Kesempatan bermain biola itu nggak pernah sampai kepadaku, tapi aku tetep suka liat adek-adek kelas di SMP yang bisa main biola. Until that one chance, one golden chance. Bulan Juni 2017 akhir, aku ditawarin temen untuk ikut latian biola sebagai orkestra di acara (yang aku tau waktu itu) acara nasional. I thought, gila apa? Basic aja nggak bisa, ini suruh latian buat acara nasional bulan November? Aku bahkan nggak punya biola, dan aku nggak yakin buat nabung and bought one, it's more expensive than a guitar I bought 5 years ago. Akhirnya aku coba cari pinjeman biola dan ketemu sama temen SD-ku.
It was a serious journey bisa bermain biola sampai saat ini. Aku (yang emang sukanya) merasa terintimidasi ada ditengah-tengah tim orkes biola lain di sekolahku, karena aku merasa bodoh banget. The hell they said nggak bisa, nggak mahir, jarang pegang, lah ini aku PERDANA banget pegang, I know nothing (just like Jon Snow, kiew~). But they trust me and I trust them, so I continue to find ANY WAY to enhance my playing like a pro, or at least, pretend to be like a pro. I spent all day all night to figure out do = C, do = D, do = A, do = E by myself, I don't want to look dumb if I asked. Aku sempet menyerah karena aku nggak enjoy ditengah embel embel "acara nasional" ini, I had a crisis dan aku kembali main gitar. But then I saw another orchestra show (it was Erwin Gutawa Orchestra, shoutout) I had my spirit back.
Sampai akhirnya kita ini dipertemukan yang jauh lebih pro, seperangkat orkestra dari ISI Yogyakarta, I felt like a peanut in the middle of pearls and diamonds. The way they play, the way they move their knuckles to reach the melody was UNBELIEVABLE, aku nggak jadi terintimidasi lagi, aku bersemangat, I WANT that, and I want it NOW. One thing that my friends and my couch said about me "being professionally" play violin adalah karena aku secara nggak sadar gerak gerakin badan (macam orang tahlilan) ngikutin arah bow-ku, jadi kalo up aku ke kiri, kalo down aku ke kanan, welp, I did that tiap main gitar juga, so. Dan pada akhirnya aku bisa main biola untuk acara (ternyata) internasional, Kemenag Pendis Expo 2017 di ICE BSD Tangerang. It was 15 lagu, dengan latihan kotor 2 bulan dan karantina seminggu di Tangerang. I feel honoured, dan sekaligus nggak menyangka bahwa aku waktu itu berada di posisi yang aku biasanya kagumi kalo liat pagelaran orkestra, a violin player.
I'm not saying kalo aku sudah mahir, ya enggak lah orang selama ini latihan target, bukan latihan untuk jadi mahir. Tapi aku SANGAT beruntung I finally got a chance to be a violin player (and I didn't waste it) untuk acara internasional tadi, dan untuk acara wisuda purna angkatanku. It feels amazing to become the person I always admire on TV, tapi aku belum tau selanjutnya aku mau terusin main biola atau enggak. Mungkin belum, untuk saat ini, aku lebih fokus di bidang bahasa (Deutsch, ehkhem), but I'm looking forward if my future daughter has the same ambition as her mom. The thing is, just, never say "impossible" to anything that you haven't try out yet, beside, you will never know if you never try, and guarantee you'll regret it if you waste your chance. Being a violin player WAS impossible to me, but I managed to learn and just keep learning until I can, and I can.
This might be my achievement in high school. Aku biasanya punya achievement yang akan aku capai di setiap jenjang pendidikan, dulu waktu SD aku pingin fluent bahasa Inggris, waktu SMP main gitar, dan SMA, main biola. Damn, I almost get to the end of my high school life. Anyway, I'll be graduating on May 3rd, doakan semua lancar, dan ya, I'll be a violin player once again for my graduation.
Danke!
Tchüss~
Thursday, May 24, 2018
Sunday, April 22, 2018
What social media means to me
So, Imma share to you how's my life after I quit social media for a month. It's actually the thing that I really wanted to do since a long time ago. And I'm not a social media junkie, I don't really like to scrolling over Instagram timeline and stories for the rest of my day, and I don't update my story too often. I also don't really like to whinning around or be wise so sudden in my Twitter timeline. I can survive a week without logging into my Instagram account. So, quitting social media for a month is easy-peasy for me.
Jadi sekitar sebulan sebelum UNBK sama UAMBN, I uninstalled Instagram, Line (I switched to Line Lite), Twitter and Tumblr. Actually for many reasons; 1). I don't want to be distracted by social medias on my phone while I use my phone for good, 2). For the sake of my data and money, 3). For the sake of my storage after I downloaded The Sims Freeplay (cheat mod, HA). And I have no idea how much it changes my life. I'm not even lying or advertising any eye health products or campaign for #antiantisocial. Even after UNBK aku belum install Intagram lagi, jadi aku pinjem hape temenku or my boyfriend's buat bikin story atau scrolling aja liat-liat "mau lulus" themed posts on my timeline.
Efek yang aku rasain, yang pertama adalah aku bisa enjoy my time with my friends and family, without social medias on my phone then I have no reason not to listen to them. Second, I can be more productive, I realized that scrolling over any timeline can be very addictive, I must say. Without any social medias on my phone then, again, I have no reason to be lazy in my bed again. Third, I can really.....DO something, you know? Jadi nggak cuman campaign di social media, atau favoritku signing di change.org, tapi beneran terjun di masyarakat, donating to orphanage. And fourth, nggak tau, rasanya itu lebih less-stressful gitu. Maybe it's just me overthinking, tapi dengan (mungkin) nggak melihat sesuatu yang nggak seharusnya kamu liat (misal gebetan kamu jalan sama orang lain) bisa bikin kamu nggak---mikir aneh??? if that makes sense, soalnya kalo kata Tame Impala "The Less I Know the Better". Jadi dengan kamu nggak liat gebetan kamu story sama orang lain, kamu nggak harus nangis, or sorrowing or making it rain---if that makes sense---Yang terakhir yang paling membantu adalah mengurangi, bahkan aku sekarang jarang banget insomnia. Biasanya kan aku scrolling Twitter sampe tengah malem, akhirnya kelewatan terus insomia deh.
Sampe sekarang, even I installed Instagram back again, but I always logged out. And, with installing Line Lite it can actually save your data (iya soalnya nggak ada timeline, can't access vote, albums and stickers. Kalo Line bukan preffered social media kamu, this would be the best app). I still haven't install Tumblr and Twitter back, cz, lama-kelamaan aku jadi terbiasa gitu. This is a very positive thing for me, and I think I would continue doing this. But I'm not 100% quitting, ya? Jangan salah masuk, lebih ke reducing social media usage. Suka khilaf? Suka, malem malem kalo lagi insom, atau tidur tanggung gini---antara udah jam 12 tapi jam 3 sahur---biasanya buka Twitter terus scrolling Cole Sprouse atau Dave Franco lahya.
So this is my very own story reducing the usage of my social medias, and it has very good feedback for myself, especially for my insomnia problem. I recommend this habit for you guys who suffer with insomnia. And for those of you guys yang merasa udah keterlaluan make social medias, and really wanted to just.....chill-lah makenya, nggak setiap 2 jam update story.
Danke!
Tchüss~
Wednesday, April 18, 2018
My wisdom tooth, is not that wise
What makes this pain even more hardcore adalah ketika dokternya bilang kalo habis di rontgen nanti penyebabnya memang beneran gigi itu, maka harus di operasi. OPERASI, bukan dicabut, karena harus pake alat khusus soalnya tempatnya terpencil dan giginya belom tumbuh gitu jadi gusinya yang harus dibedah
Are
You
Kidding
?
Kalo dilihat itu ada gigi yang di sebelah kanan nongol agak ngawur, that is the problem. Dan kata dokternya kalo udah ada satu gigi geraham bungsu itu, then I potentially have more in my upper jaw as well. Jadi di atas emang juga ada, mungil malu-malu keluar gitu, tapi enggak pernah sakit buat aku. dan tinggal nunggu another daredevil di rahang bawah sebelah kanan. Tapi kayaknya yang di sebelah kanan masih ada banyak tempat dibanding yang di sebelah kiri. And this is the time where I know, that
I
Will
Surely
Have
That
Surgery
Sh--t
Aku belom balik lagi ke kliniknya buat konsultasi hasil rontgen, ntaran ajalah habis UN yang penting minum painkiller-nya dulu dan fokus ke UN nya.
Tapi aku completely worried about the surgery, so I asked my best friend, Areta, dulu dia pernah operasi gigi juga, tapi aku lupa yang mana dia operasinya. Ternyata dia sama masalahnya kayak aku, persis. Then I asked her how was the surgery, it was actually nothing, but the post-surgery effects was HORRIBLE. Iya aku inget sih dia nggak masuk 3 hari dan waktu itu ulangtahunnya Dinda dia ke Il Mondo pake masker soalnya bengkak parah, dan dia nggak bisa makan es, even air es, atau yang keras keras gitu. I can't even imagine myself in that situation.
Waktu selesai Bahasa Inggris, aku tanya lah sama temen belakangku, Jeje, dia baru beberapa bulan ini pake behel dan dia udah dicabut LIMA gigi. Dia pernah punya masalah yang sama, tapi alesannya dia dibehel bukan karena geraham bungsu tapi karena di dalem geraham keduanya itu ada gigi lain nyundul, jadi dia operasi dan sekalian aja dibehel buat ngerapihin semuanya. Plus dia ngasih aku tips sebelum operasi, katanya suruh konsumsi vitamin c yang banyak dan kuatin badan dulu sebelum operasi. Ya oke dia mah cowok dia nggak mention masalah kesiapan mental apa yak, hm. Dan dia juga nyaranin operasinya malem aja, biar kalo biusnya udah abis bisa dipake bobok dan nggak sakit deh. Iye aku nurut aja dia yang pengalaman.
Tapi aku cari cari pros and cons kalo aku nggak operasi, dan ternyata lebih banyak cons-nya. Banyak banget sehingga 85% merekomendasikan buat dicabut, cz kalo enggak nanti pas 30 tahunan keatas malah masalahnya lebih banyak lagi dan yang dicabut bisa lebih banyak pula. Tapi aku belom memutuskan kapan mau operasi, ngumpulin tenaga, pikiran, iman dan keyakinan (cielah), karena bulan ini kan harusnya liburan nih, mana tanggal 27 Infinity War kan? Aku gatau beneran deh mau kapan, bulan depan juga udah wisuda, prom, SBM, banyak lah. Jadi ya kemungkinan justru malah dalam waktu dekat biar nggak mengganggu aktivitasku kedepannya.
So, wish me luck for my future surgery tho (if I will really have one).
Saturday, March 3, 2018
Quick typewrite.
Okay so, I'm gonna quick typewriting down here of what happened to me on the past 3 months (God, it's March already).
January; nothing much, just a starter view of how hectic the following months would be. My birthday party went great with Dinda and Rylis. My anniversary party with my boyfriend went amazing and my first tryout exam went.....good?
February; idek? It went too fast than I thought. I just remember when me and my elementary school squat went to a super cozy pizza restaurant and had a damn crazy night at the car with lots and lots of laughter. I've through the half-percent of snmptn. Ozi and I had a nice lunch and movie, then. Preparing for my class' charity event. And second tryout exam, national exam and religion-studies national exam.
March; just started. Had a severe stress.
Saturday, December 30, 2017
2017: A Year of Million Faces
Bulan Januari, bulan paling penting, diawali dengan tahun baru bareng Ozi di titik 0, tapi kita parkir di Tugu, jadi kita jalan sekitar 2km, tapi kalo bareng kan jadi nggak berasa capeknya. Highlight event bulan ini adalah OLGENAS XII (Olimpiade Geografi Nasional) yang diadakan oleh UGM tanggal 11-13 Januari. Jadi dari sekolah daftarin dua tim, aku-Armand dan Dea-Rylis. Ya walaupun tim kami nggak menang apa-apa, at least kita dapet pengalaman baru dan temen-temen baru. Aku sendiri dapet temen dari Pare sama dari Malang, asik banget mereka. Habis OLGENAS nggak berakhir, kita tetep belajar buat ke seleksi sekolah untuk OSN, dan KSM (Kompetisi Sains Madrasah). Sweet 17 ku kali ini gagal, banget, aku merencanakan acara outdoor di rumah, tapi ya....gitu. Habis ulangtahun bukannya bikin KTP aku, Shinta dan Vio ngeluyur kemana-mana keliling Jogja, tubing di Kali Oyo, dinner romantis di Bukit Bintang, ngos-ngosan naik puncak Kalibiru, panas-panasan di Pantai Goa Cemara, kelilipan pasir di Parangkusumo, sampe bego begoan di Tugu dan Alun Alun Kidul. Asik, parah, seneng banget memulai umur dengan jalan-jalan gini.
Februari, bulan PHP terparah. Jadi aku lagi dilema antara geografi dan bahasa Inggris. Aku mau OSN-KSM, dan aku mau didaftarin Aksioma English speech. Setelah aku mencoba mengimbangi keduanya, di Aksioma aku malah di PHP, gurunya bilang aku ikut lomba lain aja, aku.....kagol, selama ini yang sering ikut lomba bahasa Inggris aku, kok pas acara besar aku nggak ikut? Ya sudah akhirnya aku mencoba ikhlas di lomba lain. Begitu aku serius sama lomba lain, lombanya diundur dan pada akhirnya dibatalkan, dengan sangat kecewa, aku kembali seriusin geografi. Di penghujung bulan, aku kembali di PHP dengan....gagalnya aku H-1 KSM, karena ketentuan dari pusat, kalau setiap sekolah hanya mendaftarkan 1 orang/bidang (sirik aja kali MAN 1 juara umum terus), H-1 bayangin. Kembali lagi aku sakit hati dan mempersiapkan geografi buat OSN aja.
Bulan Maret menjadi bulan terpadat, aku semakin intensif bimbingan buat OSK (+Rp.8.000 tiap hari di kantin), sering skip kelas dan padahal mau UTS. Akhirnya tanggal 14 Maret, kita tim OSN MAN 1 Yogyakarta, ikut seleksi OSK. Waktu itu harapanku cukup besar bisa lolos di tahap ini, karena aku udah dikagolin banget sama KSM dan Aksioma. Soal nya juga cukup mudah, analisinya lebih banyak sih, tapi istilahnya nggak terlalu susah. Alhamdulillah semuanya lancar-lancar aja sampe selesai seleksi. Dasarnya aku mudah merasa terintimidasi (walaupun justru orang menganggap aku yang mengintimidasi), habis OSK sama setelahnya sebelum pengumuman, aku jadi suka melamun, am I worth it? Am I worth to through? Tapi alhamdulillah Allah mengabulkan doaku, aku lolos 30 besar, dari......I don't even know ada berapa orang yang jadi lawanku. Yang jelas tim geografi yang paling banyak lolos (dari sekolahku).
April, bulan bulan sibuk banget. Masih seputar persiapan OSP (Provinsi) dan aku masih harus karantina juga seminggu nanti, aku juga harus bagi waktu sama sekolah, bagi waktu sama keluarga, bagi waktu sama temen-temen, bagi waktu sama Ozi, apalagi April ini anak TRISOC banyak yang ulangtahun, termasuk Ozi sendiri. Aku harus siapin kado, at the same time juga ikut Ozi beli kado buat yang lain, pikiran, tenaga dan biaya keluar semua bulan ini. Ulangtahunnya Ozi, Cahyo, Faiz dirayain di Pizza Hut Sudirman, berlangsung meriah, dan banyak juga yang dateng, alhamdulillaaah banget malem itu rame, jadi seneng bangetlah pokoknya. Aku karantina OSP dari tanggal 26-30 April, di Hotel Çailendra Extension. Disana aku ketemu lagi dengan geograph enthusiasts dari seluruh DIY yang sudah terpilih. Aku jadi punya pengalaman baru belajar bareng anak anak pinter (iya lagi lagi aku merasa (lebih (lebih)) terintimidasi), dan gambaran belajar bareng dosen nantinya kalo aku kuliah. 6 hari kerasa cepet banget, dan semuanya akan bersiap untuk seleksi OSP bulan depan.
Mei, astaganaga, this month was so chaotic. Awal bulan aku seleksi OSP, ketemu lagi sama anak anak gajelas sakit jiwa itu lagi. Setelah tes berlangsung, kita semua syok karena cuman ada SATU doang soal tentang Palembang (tempat dilaksanakannya OSN 2017) dan GAADA sama sekali tentang Kanada (tempat dilaksanakannya IGEO 2017). Aku, Fina, Angga, Dafa masing masing ngasih bukti kalo kita selama ini belajarnya dua region itu (karena selalu kalo soal seleksi gini menyangkut region tempat OSN dan IGEO tahun ini, kayak bentang alamnya, bentang budaya, keadaan masyarakat, keadaan ekonomi, dll). Habis itu aku nggak sempet santai santai, aku langsung belajar buat UKK. Rangkuman, kisi-kisi segala macem uba rampe aku siapin, aku tulis, aku hafal, ada yang SKS ada yang emang udah paham. Bulan ini juga kakak kakak kelas pada lulus, aduh nangis parah sih melepas kakak kakak kelas. Aku dari SMP paling nggak kuat ngelepas kakak kelas satu angkatan di atasku, it means that selanjutnya angkatanku yang jadi senior, which means aku sudah ndak ada lagi tempat buat 'belajar' atau buat curhat kayak mbak Nadiyya, mas Adon, sedih banget sih.
Juni......mashallah, bulan yang paling berat juga paling banyak makna buat aku. Aku masih UKK waktu awal Ramadhan, tepat awal Ramadhan juga, Bunda dilanda musibah. Gatau dari mana asalnya, tau tau lututnya sakit, dan semakin parah-parah-dan parah, sampe bunda beneran nggak bisa jalan, tidur aja juga harus di posisi yang bener. Bunda minta tidur di bawah, ya sudah aku kasihin kasur di bawah, tapi juga pinggangnya harus disangga, harus pake deker, harus pake kemben. Bunda nggak bisa ngapa-ngapain selama sebulan full, bener bener full. Jadi aku yang harus nyiapin semuanya, at the same time, aku harus belajar, siapin sahur, suapin bunda sahur, beresin sahur, belajar lagi, sekolah, pulang, siapin makanan buat bunda makan siang (bunda nggak boleh puasa, soalnya harus minum obat), tidur sebentar, pergi cari makanan buat buka, terus masak, atau kadang beli lauk aja, siapin buka, suapin bunda makan malem, beresin makan malem, beresin rumah, belajar. Semuanya aku lakuin selama sebulan penuh. I cried all day all night, crying for the situation, crying for my mom, crying because I saw/heard my mom cries, crying because I was afraid my grade is bad because I was distracted by this, crying for my dad that seems didn't care about it, crying because I was afraid something happens to my mom when I was at school or buying meals, I cried a lot, like.....a lot. Ozi knew everything about how fcked up I was on June. But he always supports me, he always reminds me to keep praying and keep praying, doing everything by ikhlas, doing everything for my mom. Even Ozi supports me better than my own dad, how can I not so fcked up by reminding it. I reject many bukber with my friends and only took two of them, I was so sad, I missed them, but yeah. Ini juga jadi reflects, sekaligus balasan, tahun lalu puasa aku ribet banget jadi sie acaranya PBB tonti and almost jarang di rumah, banyak bukber juga, intinya jarang banget di rumah. So this is the price. Well, pas hari h lebaran, gantian, aku yang sakit, bunda yang alhamdulillah udah bisa jalanin kursi roda sendiri. Sayangnya, keluarga nggak pada dateng lebaran ini, sepi, ya sudah juga cuman bertiga aja. Tapi alhamdulillah ada banyaaaaaak banget makanan, parcel yang dateng, aku seneng banget sih.
Bulan Juli, ribet, karena aku bagi tugas waktu MOS, antara jadi DK (Dewan Ketertiban) di MTM (Masa Ta'aruf Madrasah) dan jadi PPK (Pendamping--Pendamping Kelas) di PBB. Aku pikir Dea bercanda waktu ngomong kalo aku jadi DK, tapi ya semuanya kebeneran aja waktu Nadia tau tau dateng ke kelasku ngasih undangan rapat perdana DK dan BP (Badan Penanggungjawab). Oya, bulan ini juga aku sama Ozi jalan jalan, seperti kebiasaan dulu pertengahan tahun kita ke Solo, kali ini kita ke Candi Abang dan Ratu Boko. Sebenernya mukaku belum sembuh dari sunburn latian PBB, sudah ditambah lagi disini, bagusdeh. Btw banyak banget suka dukanya ngikutin MTM dan PBB ini, suka duka yang kami ciptakan sendiri atau yang diciptakan oleh sekolah, wahaha. Jadi gini, jam 6.15 sampe sekolah, kita (DK) nyebar, ada yang jaga gerbang ada yang di koridor, ada yang brieffing, terus kita selo sampe selesai materi sesi pertama, lalu makan siang, lalu aku harus lari dari asana OSIS ke asana TONTI dan ganti baju dalam waktu 10 detik sekalian ngerapiin tas, ngelap sepatu, ganti co-card, apel pembukaan, tugas lagi, sampe isya. I was......passed out on the first day. Cz, hari pertama itu konsumsinya cuman 18, cuma panitia dan koor DK, I was barely drinking, dan hari pertama itu chaotic parah, ngaretlah, acaranya agak kurang bener lah, PBB juga sama aja ngaretnya, jadi kalo MTM selesainya ngaret, PBB pun mulainya ngaret, domino effect lah karena acara kita satu rangkaian.
Agustus, of course bulan bulan yang sangat ditunggu, 17an dong, apalagi. Kali ini formasinya beda, bisa mecah gitu, cz aku males masuk barisan, akhirnya aku jadi dokumentasi aja deh, ehehheh. Habis upacara di sekolah, beberapa dari kita ke balai kota nonton Anindya bertugas disana, and yes, she was soooooo pretty hihihihi. Di bulan ini, Balqis tau tau nawarin aku buat ikutan orkes biola yang (katanya, waktu itu) buat main di acara kemenag di Jakarta. Aku kebingungan bener, aku nggak bisa main biola, basic-ku di gitar dan keyboard, tapi berhubung biola sama sama string, jadi inshallah paham dikit dikit lah. Bulan ini juga ada UTS, agak belom siap UTSnya, ada tugas-tugas yang juga belom kelar, apalagi matematika ya Allah, materinya aja belom masuk udah UTS aja.
September, setelah kita UTS, udah bisa agak free, tapi aku mulai latian-latian biola, sempet ada beberapa masalah 'perizinan' juga yang bikin galau banget. Bulan ini, aku, Dinda, Areta, mas Falah, Tomi, Adit, Cahyo, Yudha and of course my beloved Ozi, refresing sebentar ke hutan Mangrove dan Pantai Glagah, asik pokoknya. Gila gilaan juga disupirin sama mas Falah, gila sih, bikin muntah. Bulan ini juga, tanggal 23 kami ikutan nonton Youtube Fest di Hartono Mall, soalnya ada Bayu Skak WTB, Ozi seneng banget gitulo, aku juga seneng kalo dia seneng eheheheh.
Oktober, bulan ini hectic banget. Latiannya mulai intensif, lagunya semakin banyak, semakin banyak drama nya juga, semakin sering skip lagi skip lagi skip lagi, haduh. Tiap malem juga sekarang aku selalu nyicil-nyicil rangkuman sama tugas, mulai tanya tanya kapan uprak, tugas yang kurang, dan lain sebagainya. Mending capek sebelum berangkat ke Jakarta kan daripada pulang dari Jakarta nggak ada waktu buat nyicil tugas tau tau udah UAS kan nggak lucu. Bulan ini juga Ozi lagi sering seringnya latian buat PPI bulan November besok.
November, oh, my, no, way. Bulan ini hampir PHP lagi, banyak masalah soal keberangkatan kita ke Jakarta (Tangerang sih). Awal bulan udah mikirin keberangkatan, sempet mau mundur, antara yakin dan nggak yakin mau packing, tapi alhamdulillah banget kerjaan sekolah udah pada kelar. PPI tahun ini juga banyak drama-nya, banyak nangisnya, banyak keselnya (wadu banyak banget). Akhirnya tanggal 14 November ni, rombongan dari Jogja berangkat ke Jakarta, kita karantina selama seminggu, terus kita tampil deh di sekian banyaknya orang, menteri, perwakilan negara-negara sahabat, orang-orang kemenag, dan lain lain lah pokoknya. Habis show kita jalan jalan di Jakarta yang beneran, ke Monas sama sholat Dzuhur di Masjid Istiqlal. Pulang pulang dari Jakarta, minta tugas, udah libur aja, habis itu Senin LANGSUNG UAS, astaganaga.
Desember, masih dalam UAS UAS vibe, habis uas ada try out promosi gajelas gitu dah, musim ujan yang bikin males, classmeeting yang nggak jelas. Akhirnya berakhir juga dengan terima rapor dilanjutkan dengan pelantikan anggota baru (PAB). Pelantikan tonti kali ini gokil sih, demisioner demisioner nggak jelas banget ini sangar di luar aja, dalemannya tetep aja otaknya se-sendok. Habis pelantikan, 'liburan' kita dimulai. Aku tahun ini nggak kemana-mana, gabut aja di rumah kayak beberapa tahun yang lalu. Aku cuma jalan-jalan sama Ozi yang sama-sama gabut, ama sama bunda masih aja kerja liburan liburan gini, gatau deh pokoknya nggak jelas.
Langsung aja ke credits buat orang-orang yang sudah sangat mempengaruhi hidupku tahun ini yah. Bakalan banyak banget kali ini, so....yeah
![]() |
| My damn crazy cousins, thankyou so much udah bikin aku didenda Rp. 50.000 waktu bikin KTP gara-gara kita ngeluyur macem-macem habis ulangtahun gue, dasar. Thankyou so much my Charlie's Angels! |
| ELCION, semoga dua tahun kita bersama ini bisa saling mendukung satu sama lain, jadi kelas yang kompak dan paling sukses deh nanti waktu kelulusan aamiin Semangat terus ELCION! |
![]() |
| EH LO BERTIGA Semangat yah di jurusan kita masing-masing, semoga nanti kita ketemu lagi dan udah sukses semua, aamiin. Eh, uda lama ga ke kopma woy. |
![]() |
| Buat kakak-kakak kelas yang sudah lulus ni hehehe, se- moga sukses selalu yah mbak, mas, semoga nanti bisa reuni-reuni lagi sama adek kelasnya yang pada bawel banget ini ehehe. |
![]() |
| Hohoho anak anak OLGENAS2017 sukses selalu yah semuanya. Niken, Ihsan, Dea, semoga kita bisa ketemu lagi, aamiin. |
![]() |
| Bocah-bocah PELATDA 2017 yang sakit jiwa ini, semoga sukses selalu yah kalian kalian ini, sapatau tar ketemu lagi di dunia perkampusan Witing tresno jalaran seko limang dino! |
![]() |
| Panitia MTM 2017 dan barisan DK yang sangar di luar doang, kalo ada hal receh aja jatoh tuh sangar Makasih udah bikin tiga hari skip ku guna dikit |
Wednesday, December 20, 2017
Madrasah Berorkestra (3) : Muter ICE BSD
Jadi hari ini hari H, yang dicanangkan berangkat jam 5 pagi ternyata berubah menjadi jam 1 siang, okay, tau gitu semalem nggak susah susah amat packing-nya. Jarak dari wisma ke ICE sih kalo di maps 10km, tapi entah rasanya lumayan cepet, nggak terlalu jauh juga ternyata. Bodohnya ini supir bis nggak tau gate nya yang mana, jadi terpaksa kita diturunin di parkiran, gate 10, setelah kita tau ternyata kita kumpul di gate 6. Sampai gate 6, diberitahukan bahwa acaranya di gate 3 hall utama, Nusantara II. Setelah kita sampai gate 3, diminta players semuanya masuk lewat gate 1 karena gate 3 khusus tamu. JADI KITA MUTER 9 FCKN GATES ICE BSD YANG SEGITU GEDENYA BAWA SEMUA WARDROBE, oke sabar......hutang cross country mapel olahraga, sudah terbayar.
*fun facts: waktu aku sama Atcil ngobrol pake bahasa Inggris, Vania bilang aksen kita British, I FEEL HONOURED(:
Setelah sampe di backstage, kita naroh semua barang, dan sholat di lantai dua, ada musholla cukup besar. Setelah sholat kita makan siang, McD brooo, siapa yang bisa nolak (akhirnya makan nasi). Seperti biasa, aku menyumbangkan kulit ayam kepada siapapun yang membutuhkan, lagi lagi reaksi orang sama, "kok bisa bisanya kamu nggak suka kulit ayam?" No dude, disgusting. Selesai kita makan, kita langsung disuruh ganti baju pake manset dan legging, terus make up. Make up nya bagus banget ternyata, parah, norak enggak, elegan, pokoknya bagus banget dipadu padankan sama dress kita white on white ini. Setelah semua rapi dan cantik, kita disuruh makan malem dulu (sore sih), kali ini HokBen, WHOAHAHAHA MANTAP, it was McD and then HokBen. This is where the shittiest moment happened on me. I was sitting down tuning my violin, then I stood up and, one of my junior asked, "are you on period?" I laughed it off and said, "no" because I was late for two frckn months and I thought it would not happened in such moment. But it turns out.....yes, I got my period. I ran to the bathroom and clean my dress with water and soap then immidiately dry it on hand dryer, WHY IT HAPPENS!
Kita gladi resik sebentar lalu memasuki acara, banyak orang orang bule terutama Arab dan ada negro satu, gatau kenapa aku suka gitu liat orang Arab. There was one guy, had this Syrian face, wore navy yet shiny body-fit suits that SO DAMN NICE, okay calm. Acara dimulai, MC nya pun tiga bahasa: Indonesia, Inggris, Arab. MC bahasa Indonesia sempat salah ngomong, seharusnya Direktur Pendidikan Islam jadi Direktur Pajak (boo, shame on you). Acara berlangsung baik, meriah, dan menyenangkan. Kita pulang dari ICE BSD sekitar jam 11.30pm dan sampe wisma tengah malam. Begitu sampe wisma aku langsung lepas semuanya, cuci muka, bersihin make up, pake masker, pake krim. Biasanya habis di make up in heboh ini, kulitku (yang dry-sensitive) ini bakalan kayak merah merah dan semakin kering, jadi aku gamau nanti nanti bersihin make up nya, langsung aja aku bersihin begitu selesai ganti baju.
![]() |
| Behind the scene semua ini |
![]() |
| This one is our stage |
| Beloved mbak Yunike, wife of our orchestra leader (yang sukanya pamer kemesraan-_,-) |
| Ehehe halo |
| Newly couple |
| Moga anaknya sehat sehat ya teh Balqis... |
| Master of Ceremony |
| Ya ya oke |
| Dancers from MAN 1 Tangerang Selatan!!!11!1!1! |
| The vocal team! |
| Honoured |
| Afterparty ala ala Victoria Secret |
| A Team |
Eh bener aja? Aku sama Atcil sudah mbatin cilok sebiji 1k, BENAR SAUDARA SAUDARA. Aku di sentra oleh-oleh cumen beli peyeum buat Bunda, udah, itupun agak mengecewakan. Otw kita dari Jakarta ke Purwakarta disertai petir yang menyambar-nyambar, kita dua kali lewat Me*karta nihhh (byasa j c). Lalu kita makan malem di Brebes, di sebuah rumah makan padang gitulo, tapi sumpah nggak nyaman banget. Pertama adalah karena tempatnya itself yang sepi pengunjung, jangkrik dimana mana, EVEN DI KAMAR MANDI, di klosetnya banyak kamar mandi. Aku sempet nggak mau ganti garagara menjijikkan, tapi ya mau gimana lagi gitu, and we forced to pay. Nggak, no, makanku nggak habis, nggak mood, fresstea 10.000, ada yang catcalling gwa sama Atcil, zero out of ten. Skip aja kita tidur, dan jalannya brutal abis karena kita lewat jalur selatan. Bis nya bisa kayak goyang bener-bener goyang parah. Dan sampailah kita di MAN 1 Yogyakarta tercinta sekitar subuh, dan nunggu jemputan sampe pagi.
| Here we go |
| Tante dan keponakan-keponakannya |
| Abt last night |
| The Holy Cathredal |
| Pada maksa banget naik bajaj |
Aku seneng banget bisa sampe Jogja tanggal 23, which aku masih bisa masuk besok Jumat buat kumpul tugas habis upacara, dan aku bisa ngerayain mensiv ke-22, tepat hari ini juga aku sudah di Jogja, alhamdulillah seneng banget akhirnya semuanya kelar.
Aku, Balqis dan Luqman akhirnya nemuin para guru buat minta susulan tugas dan lain sebagainya. Aku pulang bareng Balqis, terus sarapan di rumah, dan hibernasi sampe dzuhur tiba.
And we're back on reality.






























